Turis asal kolombia kena Begal di Bali, Lapor Polisi Malah Dimintai Uang Rp 200 Ribu
Seorang turis asal Kolombia viral usai menjadi korban begal di Bali. Mirisnya, saat melaporkan insiden yang dialaminya, ia malah diminta membayar sebesar Rp 200 ribu oleh oknum polisi.
Insiden terkait turis Kolombia yang dibegal di Bali ini diunggah oleh akun Instagram @balibackseat pada, Senin (20/1).
“Ketemu turis colombia yg kena b*gal di bali, handphone nya hilang. Minta di antar ke kantor polisi untuk buat laporan pencurian. Laporan nya mau di bawa pulang untuk claim asuransi, tapi apakah kalau kita laporan ada biaya 200.000?” tulis akun tersebut.
Sementara, pada video tersebut, turis wanita itu bercerita jika ia kehilangan hp miliknya usai dibegal di Bali.
“Ponsel saya dicuri kemarin, saya sedang naik motor dari Savaya menuju Beach Club. Baru saja berangkat, saya menggunakan ponsel saya, lalu motor lain lewat dan mengambil ponsel itu dari tangan saya,” jelasnya.
Kemudian, ia bersama seorang pria diduga driver taksi online mendatangi kantor kepolisian untuk membuat laporan.
Usai laporan selesai, turis itu menjelaskan bahwa di kantor polisi, ia diminta uang sebesar Rp 200 ribu.
Ia merasa bahwa uang yang dimintai itu hanya untuk kepentingan pribadi oknum polisi yang bersangkutan.
“Mereka bilang dua ratus, saya pikir mereka hanya ingin uang itu untuk diri mereka sendiri,” ujar turis itu dalam bahasa Inggris.
Lihat postingan ini di Instagram
Insiden yang dialami turis asal Kolombia itu kini viral dan mendapat beragam komentar pedas dari warganet.
“olisi Indonesia bergerak jika ada uang ataupun viral, kalau tidak ada uang jgn harap mereka proses, kejadian berdasarkan pengalaman pribadi di dua kepolisian tempat berbeda” ujar gerwy***
“MENDING LANGSUNG AJA TEMPEL PRICE LIST PAK, BIAR NGGAK KALAH SAMA WARTEG” tulis akun tugus***
“Kayak gak tahu aja polisi di indo” ujar mikeh***