Sosok pria berbaju merah yang viral karena memukul dokter koas di Palembang akhirnya terungkap. Pria berinisial DT, yang merupakan sopir dari sesama koas FK Unsri berinisial LD.

Dalam rekaman video yang beredar, DT terlibat dalam insiden pemukulan terhadap dokter koas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Luthfi, di sebuah toko di Palembang.

Insiden ini bermula dari ketidakpuasan Andi terhadap jadwal jaga akhir tahun yang diberikan kepada anaknya, yang juga seorang dokter koas di rumah sakit tersebut.

Andi merasa bahwa jadwal tersebut tidak adil dan memutuskan untuk menemui Luthfi untuk membahas masalah ini.

Namun, pertemuan tersebut berujung pada pemukulan yang menjadi viral di media sosial.

Setelah kejadian tersebut, DT akhirnya mendatangi kantor polisi usai mendapatkan panggilan dari penyidik Polda Sumsel.

DT datang dengan menggunakan masker bersama dengan kuasa hukumnya, Titis Rachmawati.

Pada pemeriksaan di ruang penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, kuasa hukum DT mengatakan kliennya itu mengungkapkan penyesalannya.

“Kami sangat kooperatif menyerahkan calon tersangka. Memang dia melakukan suatu perbuatan yang sangat tidak dibenarkan secara hukum menganiaya seseorang,” kata Titis, dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/12/2024).

Titis menjelaskan DT akan bertanggung jawab atas perbuatannya dan akan menemui korban maupun pihak FK Unsri.

“Kami akan bertanggung jawab, karena semuanya adalah anak-anak kita,” ucap Titis.

Menurut Titis, LD pun terganggu kejiwaannya karena pemberitaan pemukulan Muhammad Luthfi ini.

“LD (dokter koas) juga terganggu kejiwaannya karena banyak hal-hal yang sudah dipelintir,” ungkap Titis.

Titis mengaku, pihaknya akan mengupayakan penyelesaian masalah secara damai.